PEKALONGAN, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus menggencarkan upaya kolaboratif dalam menangani darurat sampah. Salah satu langkah inovatif yang kini dikembangkan adalah urban farming atau pertanian perkotaan sebagai solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Program ini memanfaatkan sampah rumah tangga sebagai sumber daya, misalnya sampah organik menjadi pupuk kompos dan botol plastik dijadikan pot tanaman. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi sampah dari sumbernya.
Pendampingan untuk Petani Perkotaan
Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Dinperpa Kota Pekalongan, Moh. Karmani, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan pendampingan melalui Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) sekaligus menyediakan bibit sayuran bagi masyarakat yang menjalankan urban farming.
“Kami memberikan dukungan melalui pendampingan dari PPL kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan urban farming, sekaligus membantu penyediaan bibit sayuran,” ujar Karmani, Selasa, 21 Oktober 2025.
Urban Farming Kurangi Sampah Organik
Karmani menambahkan, kegiatan urban farming tidak hanya membantu ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mengurangi timbunan sampah organik rumah tangga.
Masyarakat dapat berperan langsung dalam pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga, RT, RW, hingga kelurahan. Meski sudah ada Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), kapasitasnya masih terbatas sehingga kontribusi masyarakat sangat penting.
“Dengan budi daya sayuran sendiri, masyarakat bisa merasakan panen langsung sekaligus mengurangi sampah rumah tangga,” jelasnya.
Dorong Komunitas Urban Farming Mandiri
Dinperpa juga mendorong kelompok tani dan komunitas urban farming agar lebih mandiri dalam memanfaatkan lahan perkotaan yang tersedia.
“Kami berharap kegiatan ini terus berkembang, tidak hanya satu kali panen, tetapi berlanjut dan menjadi bagian dari budaya masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan,” imbuh Karmani.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki









