PEKALONGAN, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan resmi menetapkan 19 objek menjadi cagar budaya, sebagian besar berlokasi di kawasan Jalan Jetayu. Ke-19 objek itu ditetapkan dari sekitar 100 objek potensial cagar budaya.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono, menjelaskan bahwa proses penetapan tersebut dilakukan melalui tahapan panjang dan terukur.
“Prosesnya tidak instan, melainkan melalui survei lapangan, kajian mendalam, hingga verifikasi oleh tim ahli kebudayaan dari tingkat kota, provinsi, hingga pusat,” kata Sabaryo, Rabu, 15 Oktober 2025.
100 Objek Diidentifikasi, 19 Resmi Ditetapkan
Sabaryo menjelaskan, tahapan awal penetapan dilakukan dengan identifikasi dan survei terhadap bangunan serta benda bersejarah yang memiliki nilai warisan budaya.
Hasilnya, terdapat sekitar 100 objek yang dinilai memenuhi kriteria awal. Namun, setelah melalui proses verifikasi dan kajian mendalam bersama tim budaya daerah, provinsi, serta perwakilan Kementerian Kebudayaan, hanya 19 objek yang lolos dan ditetapkan secara resmi.
Beberapa objek yang telah mendapatkan status cagar budaya di antaranya Kantor Residen Pekalongan, gedung SMP Negeri 1 Kota Pekalongan, gedung SMP Negeri 13 Kota Pekalongan, arca di Museum Batik Pekalongan, dan brankas kuno.
Komitmen Pemkot Lestarikan Warisan Sejarah
Sabaryo menegaskan, penetapan cagar budaya tidak hanya sebatas pengakuan administratif melainkan juga diikuti dengan kebijakan perlindungan dan pelestarian.
Pemkot berkomitmen menjaga keaslian bentuk bangunan, arsitektur, serta nilai sejarah yang melekat pada objek tersebut.
“Bangunan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya tidak boleh diubah bentuknya. Keaslian arsitektur dan nilai sejarahnya harus dijaga,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelestarian cagar budaya merupakan bagian dari upaya Pemkot untuk menjaga identitas kota serta menjadi sarana edukasi dan kebanggaan generasi masa kini dan mendatang.
“Cagar budaya bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tapi juga untuk belajar dan membangun rasa bangga terhadap sejarah kita,” pungkasnya.
Sumber: Antara/Lingkar Network
Editor: Basuki









