BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 65 warga Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora masih bertahan di pengungsian dan belum berani kembali ke rumah pasca ledakan sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono. Mayoritas pengungsi lainnya sudah kembali sejak Minggu, 31 Agustus 2025.
Seperti diketahui, ledakan gas yang memicu kebakaran sumur minyak ini terjadi pada Minggu, 17 Agustus 2025, memaksa 350 kepala keluarga atau sekitar 750 warga mengungsi.
Warga Belum Berani Pulang
Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Agung Triyono, mengatakan beberapa warga masih enggan pulang dan belum berani memasak di rumah.
“Sudah boleh pulang, tapi tidak semua warga kembali. Ada sekitar 65 jiwa yang masih mengungsi,” ujar Agung, Senin, 1 September 2025.
Baca juga: Pengungsi Ledakan Sumur Minyak Gandu Blora Ditargetkan Pulang dalam 2 Hari
Peralihan Dapur Umum ke Pihak Desa
Saat ini, proses peralihan dapur umum dari Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Dinsos P3A Blora ke pihak desa sedang dilakukan. BPBD dan Dinsos P3A tetap mendampingi dengan dua personel TRC untuk back-up logistik dan pemantauan lokasi.
Logistik yang tersedia saat ini cukup untuk tiga hari ke depan, meliputi beras, sayur, telur, dan bahan makanan lainnya. Semua logistik sudah diserahkan ke pihak desa, sementara penarikan personel menunggu keputusan Pemkab Blora.
Pihak Desa Gandu Masih Mendata Logistik
Kepala Desa Gandu, Iwan Sucipto, mengatakan pihaknya masih mendata logistik yang diserahkan desa dan menunggu arahan dari Dinsos P3A Blora serta BPBD Blora.
“Kita masih menunggu petunjuk dari Kepala Dinas Sosial dan Kepala BPBD dulu,” jelasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









